Dear iPhone 7 User, Berhentilah Menggunakan Fitur Assistive Touch
Dear iPhone 7 User, Berhentilah Menggunakan Fitur Assistive Touch
Saat ini pengguna Iphone udah banyak menjamurm karena merek Iphone termasuk udah menerbitkan banyak series di dalam product elektroniknya.
Salah satu kelebihan Iphone adalah punya penampilan cantik dan termasuk punya ciri khasnya tersediri. Yang menjadi ciri khas dari smartphone adalah Assistive Touch yang sesungguhnya ada fitur ini lebih sering digunakan oleh pengguna Iphone di Indonesia.
Apa itu Assistive Touch? perbaikan macbook
Assistive Touch, bagi yang tidak tahu, adalah tombol virtual yang tetap muncul di layar dan sanggup di-tap kapan saja untuk mengaktifkan bervariasi fungsi, terasa dari lagi ke home screen, mengunci layar hingga mengaktifkan Siri. Posisinya sanggup dipindah-pindah sesuka hati; sanggup di kiri atas, kiri bawah, kanan atas, kanan bawah, atau tambah agak ke tengah.
Untuk mengaktifkannya, pengguna harus lebih dulu masuk ke menu pengaturan Accessibility. Sesuai namanya, fitur ini sesungguhnya dirancang untuk pengguna yang punya kesulitan; sukar menghimpit tombol fisik, atau mungkin sukar mengusap layar. Yang mengherankan, banyak sekali pengguna fitur ini yang ternyata mirip sekali tidak punya kesulitan.
Assistive Touch untuk menghindar tombol Home rusak
9 dari 10 pengguna iPhone yang aku kenal kenakan fitur ini. Hampir seluruhnya beri tambahan alasan yang sama, yakni sehingga tombol Home milik iPhone kesayangannya tidak rusak, sehingga pada pada akhirnya masih sanggup dijual lagi bersama harga yang memadai tinggi saat udah saatnya bagi mereka untuk bergeser smartphone.
Alasan mereka ini memadai valid. Tombol Home iPhone sesungguhnya punya histori yang buruk dari masa ke masa. Utamanya sejak iPhone 4 dan iOS 4 singgah memperkenalkan fitur app switcher (yang diaktifkan bersama menghimpit tombol Home dua kali), tombol terpenting itu menjadi cepat sekali rusak jasa perbaikan macbook .
Mereka yang tombol Home milik iPhone-nya udah terlanjur rusak pilih untuk gunakan Assistive Touch ketimbang membayar cost reparasi. Cerita ini lalu menyebar dari mulut ke mulut, hingga pada akhirnya Assistive Touch dipercaya sebagai metode yang efektif untuk menghindar tombol Home rusak – bahkan direkomendasikan sendiri oleh staf toko yang menjual iPhone.
iPhone 7 sebabkan Assistive Touch menjadi tidak lagi relevan
iPhone 5S dan suksesor-suksesornya mengemas sensor pemindai sidik jari yang tertanam pada tombol Home, dan bersamanya singgah peningkatan durabilitas. Kendati demikian, perihal ini belum memadai meyakinkan para pengguna iPhone untuk berhenti kenakan Assistive Touch dan gunakan iPhone layaknya yang Apple kehendaki di dalam suasana normalnya.
Hingga pada akhirnya datanglah iPhone 7 dan 7 Plus tahun lalu. Tombol Home yang tersemat di kedua iPhone paling baru ini sepintas muncul mirip layaknya sebelum-sebelumnya, tapi sebetulnya sangatlah berbeda. Di iPhone 7 dan 7 Plus, tombol Home ini secara tehnis tidak sanggup lagi disebut sebagai “tombol”. Pasalnya, mirip sekali tidak ada komponen yang bergerak saat pengguna menekannya.
Kalau Anda tidak percaya, cobalah matikan iPhone 7 atau 7 Plus Anda, lalu tekan tombol Home-nya. Saya jamin Anda tidak bakal merasakan apa-apa. Tombol Home pada kedua iPhone baru ini lebih pantas dikategorikan sebagai trackpad.
Taptic Engine di di dalam iPhone 7 dan 7 Plus bertanggung jawab atas sensasi klik yang muncul saat pengguna menghimpit tombol Home / Apple
Sensasi klik yang muncul saat Anda menghimpit tombol Home milik iPhone 7 dan 7 Plus sesungguhnya merupakan efek getaran dari komponen bernama Taptic Engine, komponen yang mirip yang bertanggung jawab atas efek getaran saat Anda menghimpit layar (3D Touch) maupun layar dan trackpad Force Touch pada Apple Watch dan MacBook.
Perubahan yang terkesan sepele tapi pengaruhnya signifikan ini sebabkan Assistive Touch menjadi tidak lagi relevan di iPhone 7 dan 7 Plus, setidaknya menurut pandangan saya. Kalau suatu tombol tidak lagi sanggup bergerak, bukankah peluangnya untuk rusak menjadi terlampau kecil atau bahkan nyaris tidak ada?
Semisal rusak, letak kesalahannya pun bukan di tombol Home, melainkan di Taptic Engine atau iOS – dan termasuk bukan akibat terlampau sering ditekan. Kalau udah tiba di titik ini, sekali lagi masih ada Assistive Touch yang sanggup menjadi solusi, baik untuk waktu ataupun seterusnya.
Alasan untuk tidak kenakan Assistive Touch
Untuk menyentuh tombol "X" di sini, sang pengguna harus lebih dulu memindah posisi tombol Assistive Touch / Pixabay
Mengingat Assistive Touch merupakan bagian dari fitur Accessibility, jelas sekali ini bukan cara normal gunakan iPhone layaknya yang Apple kehendaki. Pada kenyataannya, Assistive Touch sangatlah tidak praktis terkecuali dibandingkan bersama tombol Home.
Untuk muncul dari aplikasi misalnya, Anda perlu dua tap pada Assistive Touch: pertama untuk terhubung menunya, kedua untuk mengaktifkan fungsi tombol Home. Dengan tombol Home, Anda cuma perlu satu klik saja. Kalau perlu alasan ekstra, sensasi kliknya jauh lebih memuaskan ketimbang menyentuh layar dua kali tanpa ada feedback mirip sekali.
Memang ada waktu dimana Assistive Touch terkesan lebih memudahkan ketimbang tombol Home, layaknya saat hendak mengaktifkan Siri atau mengambil screenshot misalnya. Ketimbang harus menghimpit dan menghindar tombol Home, Anda sanggup menyentuh layar dua kali untuk mengaktifkan kedua fungsi tersebut. Namun aku masih punya alasan lain untuk tidak gunakan Assistive Touch.
Alasan itu adalah, keberadaan Assistive Touch sangatlah mengganggu. Tampilannya sesungguhnya beralih menjadi agak transparan saat sedang tidak digunakan, tapi tetap saja memakan daerah di layar. Saat berada di sebuah aplikasi misalnya, Assistive Touch sanggup menutupi tombol aplikasi di ujung layar, dan pengguna harus lebih dulu memindahnya untuk sanggup menghimpit tombol aplikasi tersebut.
Lebih lanjut, tren smartphone terkini adalah layar bersama bezel yang terlampau minimal, yang dipelopori oleh LG G6 dan Samsung Galaxy S8. Tujuannya sehingga layar sanggup lebih besar dan konten yang ditampilkan sanggup lebih banyak tanpa sebabkan dimensi ponsel menjadi tambah bengkak. Kalau itu yang customer cari, lalu kenapa mereka berkenan mengorbankan lebih dari satu kecil layar untuk sebuah tombol virtual yang dirancang untuk pengguna berkebutuhan khusus?
Kesimpulan
Judul di atas mirip sekali tidak aku maksudkan untuk mengejek normalitas Anda sekalian di dalam gunakan iPhone masing-masing. Saya cuma punya niat memberi arahan sehingga Anda sanggup mendapat pengalaman gunakan iPhone 7 dan 7 Plus yang lebih baik. Lupakan perkataan orang-orang dekat maupun staf toko ponsel tentang tombol Home iPhone yang enteng sekali rusak, karena sebetulnya tidak lagi demikianlah sejak Apple merilis iPhone 7 dan 7 Plus.
iPhone generasi baru yang bakal dirilis bulan September atau Oktober nanti tambah rumornya bakal mengemas layar nyaris tidak ber-bezel, yang bermakna eksistensi tombol Home fisik bakal terhenti di situ. Saya tidak jelas apa yang bakal Apple suguhkan sebagai pengganti tombol Home yang ada sekarang, tapi aku percaya bukan Assistive Touch.
Semoga semua ini sanggup terhubung pandangan Anda mengenai ‘kesalahpahaman’ tentang tombol Home milik iPhone, terutama iPhone 7 dan 7 Plus, mengingat masih ada sejumlah rekan aku yang begitu percaya tombol Home di iPhone 7 miliknya sanggup cepat rusak terkecuali mereka tidak gunakan Assistive Touch.
Lain ceritanya terkecuali suasana iPhone Anda udah layaknya milik aku di foto teratas di artikel ini. Kalau udah layaknya itu, mungkin Assistive Touch adalah salah satu solusi yang Anda punya – biarpun aku pribadi gunakan Assistive Touch sebagai pengganti tombol power yang rusak, bukan tombol Home, yang pada sebetulnya masih baik-baik saja meski aku udah gunakan ponsel itu sejak awal tahun 2013.
Komentar
Posting Komentar